hi there! remember when i said that i’m a fan of of francine roosenda (FR)? well here i’ll prove my worth. HALAH. Well anyway, kali ini gw mo bertindak sebagai seorang movie-reviewer ulung dari suatu website terkemuka yang kerjaannya nonton film dan mengomentari, memuji, dan bila perlu mencela film yang ditontonnya. Guess what i’m gonna review? Yes, you got that right! FR’s movies. Well you actually can see that from the post’s title but.. OH! By the way, knowing the fact that i fan FR, don’t expect objective reviews from me okayy!? Hahahaa.
let’s start with the first one. Released in 2007, a horror movie brought for the third time. POCONG 3. Yap, I’ve watch it! As I’ve promised before. And please don’t ask me where do I get to watch it..
FR sure do lovely in this movie. FYI disini FR berakting sebagai seorang DJ di sebuah night club bernama Vendetta (yang asal lo tau berarti ‘dendam’ dan ga nama klub banget (mungkin untuk menambah kesan horor bisa juga kali yah)). Anyway, i dare to say that Pocong 3 is one flawed diamond. Originally a diamond, but flawed in many aspects. The story itself sure do unique in some way, about a beautiful female DJ named Putri who’ve just lost her father which she never met in the last ten years. Upon receiving her father’s inheritance, Putri constantly disturbed by an other-worldly being called POCONG (a scary name indeed imo) which led to other-worldly clash between the POCONG and a failed image of evil spirit called Setan Merah (RED DEVIL anyone?). There are some quite nice twists you could expect from this movie. And it covered half of the movie’s mistakes such as, unlike Pocong 2, failed in delivering fear and horror to the spectators as a horror movie should be. Oh yes, they do have some scenes that made to frighten the cinema audiences but it’s just, failed. This movie is decent, and it wouldn’t be anything near decent if not for FR acting in it.
Wow, sotoy bener kayanya gw kalo ngereview. Hahaha. Yayaya, gw tau gw ga bisa buat bikin film apa-apa, yang jelek sekalipun tapi ga ada salahnya (apa ada salahnya?) kan nulis apa yang gw pikirin meski itu hal yang kurang baik. Tapi pocong 3 ga jelek kok.. debutnya FR gituu.. dan kalo ngga ada film ini (dan/atau Aku, Kau, dan Dia) mungkin gw ngga bakal bisa liat FR di dua film selanjutnya yang in my humble opinion lebih bagus. Dimulai dengan.. XL.
SUPERB! FR luar biasa di film ini. Kesan pecun-nya dapet banget. Pertama kali gw liat si Intan yang masuk ke ruangan bareng si banci, gw kira dy cuman pecun numpang lewat ga penting dengan dandanan ala pecun yang pecun abis. Ternyata dia adalah tokoh utama kita!! And throughout the movie she looked like what she should be like, seorang pecun yg disewa seseorang selama sebulan. Lengkap dengan baju-baju yang ‘kepecun-pecunan’ yang dia pake selama ikut bareng si Jamie Aditya (lupa gw namanya di film). AND THOSE AWW-SO-SWEET FR SCENES! Argh don’t think I should explain it. You should see for youself and don’t blame me if you feel the urge to Googled her. Aside from FR, film ini lumayan meski ngga luar biasa. Film dengan genre romantic comedy dengan tema nyerempet2 seks yang menjanjikan banyak penonton Indonesia laki-laki maupun perempuan sampai-sampai nyaris mengalahkan horor dalam ajang genre film Indonesia 2008. But it’s not a big deal as long as the movie’s worth your time, and it is. I’d give it a 7 for XL with Sandra Dewi, Ida Iasha, Shandy Aulia, Pevita Pearce, Desi Ratnasari, or anyone else as Intan. With FR in it? A solid 9 undoubtedly.
Last but definitely not the least, sebuah film yang sampai saat gw ngetik ini masih diputar di bioskop-bioskop terdekat. Dan gw juga baru nntn 2 hari yang lalu bersama teman-teman yg seperti biasa, cowok semua. Hiks-hiks i led an unbelievably pathetic life. Well anyway here you go, Tarix Jabrix.
Penamaan judul yang salah in my opinion. Rada aneh dan sulit diucapkan (or is it just me?). Tapi hal itu sama sekali ngga mempengaruhi kualitas keseluruhan dari film komedi (tanpa romantis?) yang sangat menghibur ini. Yang membuat Tarix Jabrik Tarix Jabrix adalah keikutsertaan The Changcuters pastinya. Biarpun awam dalam akting tapi cukup bagus dan natural. Sosok si Cacing (gw gatau nama aslinya) yang Ace Ventura-esque kocak meski di beberapa bagian dialognya cheesy dan terkesan berlebihan. Buat si Dadang gw acungin jempol karena ke-natural-annya terutama di scene Mayang (FR!!) minjem selang. Coki dan Ciko tampil tolol dan menghibur serta Mulder yang kocak dengan logat Medan-nya. Carissa Putri yang cantik juga tampil memikat sebagai Callista, meskipun ngga sampai membuat gw pengen nonton Ayat-Ayat Cinta yang blm gw tonton sampai sekarang. Ke-cheesy-an kembali muncul hampir di setiap adegan yang melibatkan The Smokers, tapi sekali lagi ditolerir oleh jokes ringan yang dilontarkan personel Tarix Jabrix, dari sekedar berkata “Astaghfirullah” ataupun “Assalaamu’alaikum”. The biggest disappointment dari film ini adalah KURANGNYA KEHADIRAN FR! Anyhow that’s should be expected secara FR bukan pemeran utama dalam film ini (walau di posternya gambarnya segede Carissa). Tapi yaa tetep aja gw rada kecewa secara FR menjadi satu alasan terbesar gw nonton Tarix Jabrix. Tapi ketutup kok karena peran FR disini melengkapi peran-perannya di dua film sebelumnya, secara FR tampil ‘beda’ di sini. Beda gimana? Pokonya beda, seakan lebih mirip sosok FR yang beneran (hahaha macam gw tau aja gimana dia aslinya). Nahh, sebelum gw kebanyakan bilang ’secara’, let’s end this one with three words conclusion : FRESH. HILARIOUS. WORTH WATCHING. Oh it’s four words…
That’s that. Mudah-mudahan FR mampir lagi di blog gw ini and if you do, please do drop a comment.., again. Tehee.
mmmhhh… bloody sweeett!
well, what can i say,
fantastic effort, za!
=D
th..thank youuu!!!
you really do drop a comment!! again!
makasih bgt lho yahh hehehe